Selasa, 18 November 2014

Musik Reggae


“…Emancipate yourselves from mental slavery,
None but ourselves can free our minds.
Woh, Have no fear for atomic energy,
Cause none of them-ah can-ah stop-ah the time…”
 - Bob Marley

Sebuah lirik lagu yang sudah pasti akrab buat para pecinta musik reggae, ya musik reggae salah satu jenis musik yang saya suka…setelah beberapa waktu mencoba mendengarkan berbagai jenis musik. Disini saya coba untuk berbagi informasi saja tentang musik reggae…jeng..jeng..
Reggae: kata reggae sendiri berasal dari dalam logat Afrika
Asal kata reggae sendiri adalah “ragged” atau gerakan menghentak, maka jelas sudah kenapa orang-orang menari pada saat mendengar musik reggae ini gerakan mereka seperti menghentak putus2 #nahloh
Sedangkan irama musik ini banyak dipengaruhi oleh musik Rn’B yang notabene lahir nan jauh dari Jamaica yaitu di New Orleans, musik soul, rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue dan Rhumba) serta musik asli dari Jamaica yang disebut Mento. Musik reggae sejatinya bukan musik yang pertama dengan irama yang mendayu-dayu, musik ska dan rocksteady adalah jenis musik yang sudah ada ketimbang reggae. Jadi boleh di bilang bahwa music ska dan rocksteady pendahulu dari musik reggae.

Pada tahun 1968 adalah tahun dimana musik reggae mulai banyak di dengar orang, hal di karenakan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaica yang penuh dengan tekanan. Bergesernya selera orang2 pada masa itu dari musik ska dan rocksteady menjadi momentum untuk musik reggae di dengar oleh khalayak umum. Jika kita melihat para pecinta music reggae dengan rambut gimbal meraka, itu di karenakan asal musik ini dari perkampungan kaum rastafari (rastafari: aliran kepercaya’an). Awalnya lagu ini sarat akan pesan rastafari, yang membahas tentang kebebasan, perdamaian, keindahan alam dan bohemian (bohemian: orang dengan gaya hidup yang bebas). Sering saya jumpai orang-orang mempunyai anggapan bahwa rasta adalah reggae, konteks dimana sudah jelas-jelas beda antara aliran kepercaya’an dan jenis salah satu music #I’m not rastafaria but I’m reggae addict.

Nah itulah sedikit informasi dari saya mengenai musik yang saya suka, jadi pecinta musik reggae ga harus jadi rastafaria atau berambut gimbal. Semua tergantung bagaimana kita mengekspresikannya #lovereggae