Rabu, 29 Oktober 2014

Berangkat dari pulang


Cerita ini berawal dari perjalanan menuju Jogja dari sebuah kota paling utara di Jawa Tengah, ketika itu kita berempat dengan semangat backpacker optimis bisa dapat angkutan tanpa perlu pesen dulu (baca: nekat). Ketika turun dari kapal kita lihat banyak angkutan umum yang sudah menunggu di depan pelabuhan, seorang temen nyeletuk
“udah deh ntar gue yang lobi’in biar kita dapat tumpangan gratis ke jogja”
sambil ndrenges dia berjalan pede ke kerumunan rombongan turis lokal yang sudah di tunggu oleh bis pariwisata mereka
Oh ya waktu itu kita berempat, saya, Danik, Nugie dan Yopy ceritanya kita habis pulang dari tempat wisata terkenal di sebelah utara pulau Jawa Tengah. Kita bertiga  tunggu hasil positip dari Yopy yang jago loby #kecuali nge-loby mamanya
Dari jauh dia cuma tersenyum-senyum sambil lihat kearah kita bertiga dan hasilnya
“he..he..mreka ga bisa ngasih tumpangan sama orang asing” #hello kita juga orang Indonesia kok di bilang orang asing siy
Dari situ waktu terus berjalan dan hari mulai malam…mulai laper…mulai banyak nyamuk…
Loby sana-sini ga bisa dapet tumpangan, akhirnya kita sepakati untuk bayar ke Jogja kita cari angkutan yang bisa nganterin kita ke Jogja. Setelah berusaha dengan keras dan bersusah payah #lebay hehehe
Akhirnya kita dapat carteran mobil ke Jogja dan sepakat dengan harga yang di tawarkan (setelah jungkir balik nego dan jurus ilmu melas untuk dapat harga paling murah). Singkat cerita kita sudah di dalam mobil mobil menuju Jogja, ngobrol dengan sopir mobil certeran itu yang kita kenal dengan nama mas Edo #entah ini nama samaran ato aseli
Tiba-tiba lagi asyik ngobrol, Danik nyeletuk
“eh sek tah mas….(dengan logat suroboyonya) masnya ini sing duduk sebelah toilet waktu kita berangkat mau nyebrang itu khan??”
Semua penumpang waktu itu langsung pada ngliatin mas Edo ini…
“eh iya mbak…mbak nya ini khan yang datang paling pagi itu khan?” mas Edo sambil liat spion dalam mobilnya #sepertinya mas Edo mau membalas untuk nutupin rasa cegeknya
Kontan semua penumpang langsung rame, saya spontan berucap
“ooaalaaaah mas tak kira sampeyan ini yang jaga toilet pelabuhan sambil jaga colokan listrik buat sewa charge hape…!!”
kontan mas Edo membalas “aseeemmm tenan” #nasibmu mas Edo
Yopy ga kalah seru
“ouw tak kira masnya ini pak becak yang nganterin pelanggan warung sebelah ini”
Jadi tambah rame suasana dalam mobil setelah kita ternyata salah sangka terhadap mas Edo ini. Malam itu juga kita sampe di Jogja pas tengah malam diantar mas Edo yang kita sangka penjaga toilet, tukang becak.
Eh dia juga nganterin kita puter-puter cari hotel lhoh, walopun sambil komen “ wah iki ra melu itungan tarif” meski rada gag ikhlas, ya tetep aja dia gag tega narik charge tambahan #secara kita udah berpotongan backpacker kehabisan sangu# .
Makanya sobat jangan lihat orang dari penampilannya aja hahaha
Yah kisah ini saya tulis buat ucapan terima kasih buat mas Edo #hi there


Senin, 27 Oktober 2014

Veneer Kayu

Veneer Kayu

Saya mau berbagi ilmu soal veneer kayu, saya bekas QC furniture perusaha’an asing yang sudah ditutup #curcol
Mungkin buat sebagian orang belum mengetahui veneer itu apa
Nah semoga saja tulisan ini mungkin bisa memberi gambaran atau info, veneer adalah hasil potongan kayu dengan ketebalan 0.24mm sampai 0.6mm
Cara pembuatan veneer ini dengan menggunakan mesin rotary, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
1.   Persiapan Pisau
      Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses pembuatan veneer, knp?
      Karena akan sangat menentukan hasil pengupasan kayu dan hasil veneer tentunya, terdapat beberapa jenis sudut mata pisau yang berbeda untuk kayu keras atau lunak. Hal ini dikarenakan adanya jenis kayu keras dan kayu lunak
2.   Titik Tengah Kayu
      Berhubung proses ini menggunakan prose rotary maka untuk menentukan titik tengah kayu adalah hal yang penting. Penentuan ini menggunakan cara:
  • 1.    Penerang Cahaya; agar terlihat dengan jelas kayu yang akan di proses
  • 2.    Komputer Charger
  • 3.    Mal untuk melakukan penentuan titik tengah kayu

3.   Pengupasan Veneer
      Proses ini adalah proses dimana kayu glondong (kayu utuh) di kupas dengan cara di putar dengan kecepatan yang sudah di sesuaikan dengan kebutuhan pada pisau pengupas tadi. Pengupasan dilakukan dengan memutar terbalik atau berlawanan dengan arah mata pisau

Nah, setelah veneer-veneer tersebut keluar dari mesin pengupas maka veneer tersebut siap di keringkan. Lembaran veneer tidak bisa digulung karena terputus-putus akan di potong dengan mesin pemotong veneer untuk menyeragamkan ukuran sekaligus menyisihkan veneer yang cacat . Sedangkan untuk veneer yng bisa digulung akan di lanjutkan pada proses pengeringan
Setelah veneer tersebut dikeringkan di mesin dryer maka veneer siap untuk disortir, hal ini penting dilakukan karena veneer tidak begitu saja mulus setelah proses pengupasan. Cacat veneer seperti lobang dan sobek pada tengah veneer akan disortir dan diperbaiki dengan menggunakan kertas perekat (gum tape) #isolasi veneer klo di tempat saya.
Veneer sudah bisa di pergunakan untuk bahan baku utama kayu lapis ato triplek dan bahan pelapis produk-produk furniture (ditempel sebagai back panel, side panel, front drawer, top table). Hal ini di gunakan untuk memberi kesan kayu solid pada furniture (sebenarnya itu adalah partikel board atau MDF yang dilapisi oleh veneer).

Demikian segelintir info yang bisa saya bagikan ke teman-teman semua, sekian dan terima kasih.